Banda Aceh, acehkita.com. Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang dan lima kabupaten lainnya di Aceh, menyebabkan stok bahan bakar minyak di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa, menipis. Harga barang kebutuhan pokok juga melambung tinggi.
Pantauan acehkita.com di Kota Langsa antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah depot pengisian bahan bakar (SPBU). Di sebuah SPBU di Langsa, antrean kendaraan mencapai 200 meter. Petugas SPBUmenyebutkan, stok bahan bakar minyak hanya cukup untuk besok pagi. Kalau suplai bahan bakar tidak masuk besok, persediaan BBM habis. Rencananya, BBM dari Medan akan disuplai melalui pelabuhanKuala Langsa.
“Saya mengantre karena ada informasi persediaan minyak sudah menipis,” kata Pak Lah, seorang tukang becak di Langsa kepada situs ini.
Harga satu liter premium naik menjadi Rp6.000 per liter, dari sebelumnya hanya Rp4.200 per liter. Sementara minyak tanah Rp5.500/liter dari harga normal hanya Rp4.500/liter.
Melonjak Harga kebutuhan bahan pokok di Langsa melonjak. Sebutir telur ayam yang sebelumnya Rp400/butir, sekarang dijual Rp800/butir. Harga ikan basah dan beras juga melambung. Beras kini dijual Rp9.000/kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp7.500.
Kepala Subdrive II Bulog Langsa, Murdillah Maito, mengatakan, persediaan beras di Bulog mencapai 2.500 ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan tiga kabupaten, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa, selama tiga bulan ke depan.
“Masyarakat tidak perlu panik karena stok beras cukup untuk tiga bulan ke depan,” kata Mudillah kepadaacehkita.com, Sabtu malam.
Murdillah mengatakan, besok pihaknya akan melancarkan operasi pasar. Satu kilogram beras Dolog akan dijual Rp4.000/kilogram.
“Ada juga stok beras 300 ton di tiga kabupaten dan mulai disalurkan,” kata Murdillah.
Sementara itu dilaporkan juga, banjir bandang juga sudah mulai merembes ke Kota Langsa. Sedangkan banjir diAceh Tamiang belum juga surut. Empat warga Aceh Tamiang meninggal. Sementara 15.000 warga enam kecamatan di Aceh Timur mengungsi ke sejumlah kantor pemerintahan di sana. Pengungsi tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, banjir yang disertai lumpur menghancurkan puluhan rumah warga. [dzie]
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
