Aceh Utara, acehkita.com. Banjir yang melanda 19 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, kian meluas. Puluhan desa masih terisolasi dan jumlah pengungsi terus bertambah. Suplai bantuan ke Kecamatan Langkahantidak bisa dilakukan dan harus melalui helikopter. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Tamiang.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Nasrullah, mengatakan, ada puluhan desa yang hingga kini masih belum bisa ditembusi, seperti di Kecamatan Langkahan dan Matangkuli. Untuk mensuplai bantuan ke kecamatan ini, tambahnya, akan dilakukan melalui transportasi udara.
Di Kecamatan Matangkuli, ada 26 desa di Kemukiman Pirak yang terkepung banjir, di antaranya Desa Hagu, Tanjong Haji Muda, Alu Tho, Punti, Tanjong Tengku Ali, Tanjong Abah Krueng, Reungkam, Alue Enteok, Meunasah Teungoh, Meunasah Meuria, Meunasah Pante.
Di Aceh Tamiang, puluhan desa juga terkurung akibat banjir bandang. Akibatnya, proses evakuasi dan penyaluran bantuan menjadi terhambat. Menurut Ketua Posko Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gufran Zainal Abidin, banyak warga di Kecamatan Kuala Simpang yang terjebak di atap rumah karena tidak bisa dievakuasi.
“Kalau tidak cepat datang bantuan, mereka bisa mati kelaparan,” kata Gufran yang juga Ketua DPWPKS Aceh, saat dihubungi acehkita.com, Ahad siang.
PKS mengerahkan 100 relawan dan dua boat untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak dalam banjir dan juga untuk mengevakuasi korban yang meninggal. [dzie]
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
