Kamis, 21 Juli 2005, 06:01 WIB -Berita Tim AirPutih-
Perjalanan 6 bulan AirPutih di Calang
Sumber : AirPutih
Kota Calang, ibukota Kabupaten Aceh Jaya rusak total. Pendopo Kabupaten, Kantor DPRD, Sekolahan, Pelelangan Ikan, Penjara semuanya habis hilang tersapu tsunami 26 Desember 2004. Calang, salah satu keude di pesisir pantai barat ini sebelum tsunami penduduknya 11.500 orang. Namun kini setelah tsunami tinggal kurang lebih 30%. Ibu kota Kabupaten Aceh Jaya dipindah ke Keude Krueng Sabe yang berjarak 6 km selatan Calang.
09 Januari 2005 yang lalu masih ada lebih dari 4.000 pengungsi menempati gubug beratap seng bekas dan ranting dedaunan di perbukitan. Kondisi pengungsi di Calang tidak seperti layaknya saudara-saudara mereka yang berteduh di tenda-tenda seperti Banda Aceh.
Tenda-tenda warna hijau dengan lebel Dinas Sosial mulai di bangun ada beberapa sudah berdiri. Puluhan siswa SMU di Calang berkumpul di lapangan terbuka dengan debu mengepul karena hentakan. Di tengah-tengah barisan tiang kurang lebih setinggi 5 meter warna putih dengan bendera merah putih berkibar karena tiupan angin di pesisir pantai yang cukup kencang. Antusias peserta upacara tampak dari senyum mulut dan ceriah dari lipatan kulit di wajah. Sekolah, itulah yang ditunggu oleh sekian banyak siswa setelah lama tidak bisa mengikuti aktivitas sekolah.
30 Januari 2005 tim AirPutih telah mendarat di Kota Calang Kabupaten Aceh Jaya. Satu bulan setelah gempa dan tsunami tim Airputih baru bisa memberikan bantuan di daerah ini. Suara deru helikopter saat itu tampak mengganggu proses belajar mengajar siswa-siswa SD, SMP, SMU yang lokasi belajarnya tidak jauh dari helipad tempat helikopter mendarat. Keseokan harinya (31/1) tim AirPutih yaitu Aji Hendro Susanto, Andi Fauzi Firdaus dan Peggy Townsend langsung mendirikan Vsat milik PT. PSN dan hotspot di posko PMI. Tenda yang disediakan posko PMI digunakan sebagai Media Center dimana semua NGO dan Jurnalis yang sedang beroperasi di Calang bisa menggunakan fasilitas koneksi internet untuk komunikasi data mereka.
Diesel dan bahan bakar khusus di bawa oleh tim AirPutih karena kondisi Calang saat itu begitu terilosasi tidak ada persediaan bahan bakar ditambah dengan adanya jam malam yang diberlakukan kala itu. Praktis hanya pagi sampai sore hari koneksi internet bisa berjalan. Peggy Townsend (relawan IT dari USA) menyebarkan informasi mengenai akses internet gratis kepada kalangan NGO di Calang. Informasi tersebut merupakan kabar positif sehingga bandwith 128 Kbps sangat membantu komunikasi data bagi pengguna saat itu yang mendatangi Media Center AirPutih di Posko PMI.
Bino Utomo, Romy, Peggy Townsend dengan membawa perangkat Vsat milik PT. Indo Internet ke Calang. 26 Maret 2005 sebelum habis masa donasi Vsat dan bandwith dari PT. PSN tim Airputih kembali ke Calang untuk mengganti perangkat Vsat. Perangkat Vsat baru milik PT. Indo Internet yang menggunakan dish antenna 90 cm merupakan Kuband dengan bandwith 2 Mbps downstream 512 Kbps upstream.
Tim Airputih mendirikan perangkat Vsat di camp yang dibangun oleh Norwegian Support Team. Norwegian Support Team membangun camp khusus bagi para relawan yang bekerja memberikan bantuan kemanusiaan di Calang. Karena camp ini merupakan tempat para relawan berkumpul termasuk staf dari UN OCHA. Sehingga representatif untuk didirikan hotspot di areal camp tersebut. Peralatan wireless radio Smartbridges Air Point Pro Outdoor yang dibawa dari Banda Aceh dan antenna Omni 15 dBi didirikan untuk mencover areal ini. Pengguna bisa mengakses dari jarak jauh dengan menggunakan wireless jaringan tanpa kabel. 1 titik hotspot telah berjalan dengan baik.
1 titik hotspot lagi dipasang oleh tim Aitputih saat itu di klinik Medicos Del Mundo (MDM) dengan mengunakan perangkat radio Smartbridges Air Point Pro Outdoor dan antenna Omni 9 dBi. Dua hotspot / Acces Point yang sudah dibangun telah membantu akses koneksi komunikasi data kepada NGO yang beroperasi memberikan bantuan kemanusiaan di Calang. Saat itu NGO yang beroperasi adalah UN OCHA, FFI, MDM, PMI, ACF, IFRC, UN WFP, UN WHO, UNHAS. Tentunya dengan bandwith yang semakin lebar diharapkan bisa meningkatkan kecepatan komunikasi data yang memang sangat dibutuhkan untuk proses pemulihan Calang.
01 Juni 2005 sesuai kabar dari Government Liaison Officer UN-OCHA Calang saudara Didik bahwa koneksi internet di Calang sudah 1 minggu putus, maka Dianto Adwoko dan Kholis Atho’illah berangkat ke Calang untuk melakukan perbaikan. Selain itu tim juga membawa 5 buah Note Book HP Pavilion dv1032ap donasi dari PT. Intel Corp. dari Banda Aceh untuk digunakan Media Center di Calang. Salah satu ruang di gedung Media Center Pemda Kabupaten Aceh Jaya ini digunakan sebagai Media Center AirPutih.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
