Minggu, 10 Juli 2005, 18:10 WIB -Berita Tim AirPutih-
Pelatihan di UN Camp Gunung Sitoli
Sumber : AirPutih Nias
Mereka kebingungan untuk menemukan tombol klick di mouse. Mereka tak tahu untuk apa laptop yang ada di depannya. Mereka suka sekali melihat kursor yang bergerak-gerak di layar monitor. Mereka menekan keyboard laptop dengan kuat sekali laksana keyboard di depan mereka itu mesin ketik. Mereka bahagia ketika ID yang mereka buat tidak ada yang memakai. Mereka bahagia ketika mereka berhasil membuat email di yahoo.
Sejenak mereka lupa akan tugasnya sebagai sopir. Sejenak mereka lupa akan kerjanya sebagai cleaner. Sejenak mereka lupa akan tugas sebagai cooker. Sejenak mereka lupa sebagai seorang security untuk menjaga pos depan.
Gunung Sitoli, Jumat (8/7), sebuah pelatihan informal telah dilaksanakan di UN-Camp. Ide pelatihan tersebut datang dari koordinator SRSA (Swedish Rescue Service Agency). Pelatihan dilakukan di UN Camp dengan menghentikan sementara aktivitas camp selama +/- 4 jam untuk melaksanakan pelatihan tersebut. Pelatihan dibagi menjadi 3 kelas antara lain kelas untuk komputer dan internet, kelas untuk bahsa inggris dan kelas untuk pertolongan pertama. Peserta pelatihan adalah orang lokal nias yang bekerja sementara sebagai pegawai di UN Camp dengan kisaran umur 17 - 40 tahun sehingga mempermudah untuk dibagi menjadi 3 kelompok. Total peserta 15 orang dengan demikian perkelompok 5 orang, membikin suasana kelas seperti belajar kelompok. Latar belakang pendidikan mereka yang paling tinggi adalah lulusan SMA membuat mereka sangat heran dengan barang baru yang bernama komputer. Butuh kesabaran untuk mengajar mereka. Bagaimana caranya meng-klick 2 kali, bagaimana caranya menggeser kursor, dan banyak hal lagi yang sebenarnya sangat mendasar. Waktu yang diberikan cuman 1 jam, sungguh terasa singkat untuk memberi pelajaran kepada mereka bagaimana caranya membuat email, bagaimana caranya mengisi nama di first dan last name, bagaimana membuat ID yang unik, untunglah ada beberapa peserta yang sudah memahami caranya membuat email, membantu mengajari temannya dalam bahasa nias :-). Dan yang membahagiakan lagi adalah, ketika ada evaluasi dari penggagas ide pelatihan, mereka (para peserta course)menginginkan waktu tambahan untuk pelajaran computer dan internet, yang semula 1 jam menjadi 2 jam. Insya Allah kegiatan ini akan berlanjut lagi minggu depan. Setiap hari jumat mulai pukul 3 sore sampai jam 7 malam, dengan durasi mungkin untuk komputer dan internet selama 2 jam. Seneng sekali sewaktu mendengarkan mereka menginginkan waktu tambahan, walau sedikit capek, at least melihat mereka ada keinginan untuk lebih mengenal tentang komputer dan internet yang selama ini dekat dengan mereka (sewaktu mereka bekerja di UN-Camp). Tetapi mereka tidak tahu untuk apa komputer (laptop) dan internet itu. Demikian sepenggal cerita dati tanah niha, semoga kegiatan yang kecil ini dapat memberikan arti kepada mereka yang kemaren mengikuti short course. amien ya robbal alamin.
Gunung Sitoli, Jumat (8/7), sebuah pelatihan informal telah dilaksanakan di UN-Camp. Ide pelatihan tersebut datang dari koordinator SRSA (Swedish Rescue Service Agency). Pelatihan dilakukan di UN Camp dengan menghentikan sementara aktivitas camp selama +/- 4 jam untuk melaksanakan pelatihan tersebut. Pelatihan dibagi menjadi 3 kelas antara lain kelas untuk komputer dan internet, kelas untuk bahsa inggris dan kelas untuk pertolongan pertama. Peserta pelatihan adalah orang lokal nias yang bekerja sementara sebagai pegawai di UN Camp dengan kisaran umur 17 - 40 tahun sehingga mempermudah untuk dibagi menjadi 3 kelompok. Total peserta 15 orang dengan demikian perkelompok 5 orang, membikin suasana kelas seperti belajar kelompok. Latar belakang pendidikan mereka yang paling tinggi adalah lulusan SMA membuat mereka sangat heran dengan barang baru yang bernama komputer. Butuh kesabaran untuk mengajar mereka. Bagaimana caranya meng-klick 2 kali, bagaimana caranya menggeser kursor, dan banyak hal lagi yang sebenarnya sangat mendasar. Waktu yang diberikan cuman 1 jam, sungguh terasa singkat untuk memberi pelajaran kepada mereka bagaimana caranya membuat email, bagaimana caranya mengisi nama di first dan last name, bagaimana membuat ID yang unik, untunglah ada beberapa peserta yang sudah memahami caranya membuat email, membantu mengajari temannya dalam bahasa nias :-). Dan yang membahagiakan lagi adalah, ketika ada evaluasi dari penggagas ide pelatihan, mereka (para peserta course)menginginkan waktu tambahan untuk pelajaran computer dan internet, yang semula 1 jam menjadi 2 jam. Insya Allah kegiatan ini akan berlanjut lagi minggu depan. Setiap hari jumat mulai pukul 3 sore sampai jam 7 malam, dengan durasi mungkin untuk komputer dan internet selama 2 jam. Seneng sekali sewaktu mendengarkan mereka menginginkan waktu tambahan, walau sedikit capek, at least melihat mereka ada keinginan untuk lebih mengenal tentang komputer dan internet yang selama ini dekat dengan mereka (sewaktu mereka bekerja di UN-Camp). Tetapi mereka tidak tahu untuk apa komputer (laptop) dan internet itu. Demikian sepenggal cerita dati tanah niha, semoga kegiatan yang kecil ini dapat memberikan arti kepada mereka yang kemaren mengikuti short course. amien ya robbal alamin.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
