Search

Pantai Timur Aceh Banjir

Minggu, 24 Desember 2006, 15:33 WIB -Berita Umum- Pantai Timur Aceh Banjir Sumber : acehkita.com (AK News) Reporter : Armia & Nasir Musa

Banda Aceh, acehkita.com. Puluhan ribu warga yang tersebar di 16 kecamatan di Aceh Utara tepaksa mengungsi, akibat terjadinya banjir bandang, Jumat (22/12), sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Tiga warga dikabarkan meninggal dalam musibah banjir bandang tersebut. Banjir juga melanda Aceh Tamiang hingga ke Besitang, Langkat, Sumatera Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun reporter Situs Berita acehkita.com, banjir bandang tersebut terjadi saat diguyur hujan lebat di kawasan Aceh Utara dan sekitarnya. Ribuan rumah warga juga ikut terendam banjir yang datang secara tiba-tiba usai terjadinya hujan lebat pada malam hari.

Dari 16 kecamatan yang terendam banjir tersebut, di antaranya Kecamatan Matang Kuli, Paya Bakong, Nibong, Tanah Luas, Lhoksukon, Samudera, Tanah Pasir, Langkahan, Meurah Mulia dan Sawang.

Kami tidak tahu asal usul banjir itu, tiba-tiba setelah hujan lebat sekitar pukul 00.00 WIB, air datang dengan deras. Kami langsung keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri,” kata Zubaidah (35), warga Desa Geumata,Kecamatan Lhoksukon.

Sebut Jubaidah, dirinya bersama warga lainnya terpaksa menyematkan diri ke tempat yang lebih aman, agar tidak terperangkap dengan arus banjir tersebut.

Semua ruas badan jalan desa, kecamatan dan negara juga ikut terendam banjir dan sempat menghebohkan warga Kota Lhokseumawe.

Ketua Satkorlak Banjir Aceh Utara, Nasrullah Muhammad, kepada wartawan mengatakan, berdasarkan data sementara yang diterima pihaknya dari tim SAR, tercatat sekitar 5.000 rumah warga terendam banjir.

Ia juga menyebutkan, selain ribuan rumah warga juga ratusan masjid, meunasah, dan pesantren, serta ribuan hektar tambak, ribuan hektar tanaman padi warga juga ikut rusak diterpa arus banjir tersebut.

Banjir juga melanda delapan kecamatan di Aceh Tamiang. Banjir juga melanda Besitang di Sumatera Utara. Kontributor acehkita.com di Aceh Tamiang melaporkan, ribuan rumah di delapan kecamatan di Aceh Tamiangterendam banjir. Kecamatan yang terendam yaitu Tembulun, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Cekrak, Karang Baru, Kota Kuala Simpang, dan Kecamatan Rantau.

Akibat banjir ini, ribuan masyarakat di delapan kecamatan itu terpaksa mengungsi ke masjid, meunasah, dan sekolah yang luput dari banjir. “Belum ada bantuan bagi masyarakat di sana,” lapor Nasir Musa melalui telepon selular, Sabtu siang.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Agus Joka Susilo, mengatakan, pihak kepolisian masih terus melakukan evakuasi warga yang terkena banjir.

Belum ada tanda-tanda banjir akan segera surut. Sebab, air semakin deras akibat hujan masih mengguyur kabupaten tersebut.

Banjir bandang ini diduga kuat terkait dengan kerusakan lingkungan di sana. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya bekas kayu log yang diseret arus banjir dan tersangkut di jembatan kota Kuala Simpang.

Selain menyebabkan pengungsian, puluhan truk, bus, dan angkutan lainnya ikut tertahan di Langsa. Jalur transportasi Medan-Aceh putus total. Sejumlah ruas jalan digenangi air, bahkan ada yang setinggi pinggangorang dewasa.

Sementara itu, dari Besitang dilaporkan, banjir yang melanda daerah itu menyebabkan 14 orang hanyut dibawa arus banjir yang sangat deras. Hingga kini belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan.

Tadi siang, dengan menumpang helikopter, Penjabat Gubernur Aceh Mustafa Abubakar, langsung terbang ke pantai timur Aceh untuk memantau banjir yang melanda sejumlah kabupaten tersebut. [dzie]

Air Putih

Air Putih

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy