Jumat, 19 Agustus 2005, 12:00 WIB -Berita Umum-
Bermain, Belajar, dan Bertahan Hidup bersama SOKOLA
Sumber : Ruma Sokola
Sokola merupakan lembaga yang memfokuskan kegiatan pada fasilitasi pendidikan dengan kurikulum dan metode alternatif pada penduduk asli (indigenous people) yang tinggal dan bergantung hidup pada hutan. Sokola, sebuah lembaga baru yang berkonsentrasi pada pendidikan. Sejak itu pula Sokola mulai mencari rumusan konsep, metode, dan kurikulum pendidikan alternatif melalui diskusi dengan pakar-pakar pendidikan dan pengorganisasian masyarakat sembari tetap melakukan kegiatan fasilitasi pendidikan kepada Orang Rimba di TNBD. Kemudian diputuskan untuk melengkapi pengetahuan elementer baca-tulis-hitung dengan pemahaman mengenai kehidupan di luar hutan. Selain itu pendidikan yang diberikan juga memberi keleluasaan pada adat setempat untuk menanggapi berbagai persoalan yang dihadapi mengingat bahwa sekolah tidak boleh mengasingkan seseorang dari konteks kehidupan nyata di mana ia berada. Mimpi besarnya, sekolah menjadi tempat belajar bersama bagi komunitas Orang Rimba untuk menumbuhkan pemahaman kritis mengenai realitas hidup di sekitarnya demi mengantisipasi perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga identitas budaya yang berlaku.
Januari 2005, Sokola mendirikan program pendampingan anak dan bantuan belajar di lokasi bencana propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Kegiatan pada waktu itu diselenggarakan di camp pengungsian Neuheun, Aceh Besar. Tahap pertama program ini berakhir pada akhir februari 2005. Program Sokola di Neuheun berlanjut dan diperluas di Lokasi desa Ujong Muloh di Kabupaten Aceh Jaya. Program tahap kedua ini sedang berlangsung dan direncakanan berlangsung selama dua tahun dengan program sekolah penguatan ketahanan hidup bagi korban tsunami di komunitas pengungsi.
Program "Sekolah Untuk Bertahan Hidup" (Life-Skills School), ACEH berlokasi di Camp pengungsian Desa Ujung Muloh dan Desa Kuala, Lamno, Lambeusoi, Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya. Secara umum kondisi di sana adalah nelayan, sebagian bertani ladang kering, peternak. Jumlah penduduk sebelum bencana Tsunami 1500, saat ini tinggal 538. Terletak di pertemuan muara sungai Lambeusoi dan laut barat Aceh, dibawah perbukitan. Kegiatan sekolah formal sudah mulai berjalan. Tidak ada listrik, hanya ada signal Flexi, penerangan dengan genset (18.00-06.00). Tinggal di camp pengungsian. Ada rumah baca sebagai pusat kegiatan pendidikan. Aktivitas sokola yaitu pendidikan komunitas; pendampingan belajar, bermain dan bertahan hidup untuk anak-anak. Life-skills untuk remaja dan orang dewasa (kelompok laki-laki dan kelompok perempuan).
Karena kebutuhan yang amat mendesak dan keterbatasan dana, SOKOLA, Kelompok Pendidikan Alternatif bagi Masyarakat Adat mencari volunteer untuk menjadi "guru" membantu program pendidikan di Aceh, Jambi, Makassar.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Indit : 0818-08893948 atau 021-7246747
email : [email protected] atau
Sekretariat "Volunteer Mandiri"
Kompleks Depnakertrans Jl. Jenggala I No.7 Jakasampurna Kranji Bekasi 17145
Uluran tangan dan ketulusan teman-teman akan sangat membantu mengembangkan senyum anak-anak disana. Terima kasih. (Butet Manurung/Direktur Sokola)
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
