Banda Aceh, acehkita.com. Banjir bandang yang melanda enam kabupaten di Aceh menyebabkan 70.000 lebih warga mengungsi dan sembilan warga dilaporkan meninggal dunia. Bantuan bagi korban bencana sangat minim.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Nurdin F. Joes mengatakan, enam kabupaten yang terkena banjir bandang itu adalah Aceh Tamiang (di 12 kecamatan), Aceh Timur (5 kecamatan), Aceh Utara (16 kecamatan), Bener Meriah (3 kecamatan), Gayo Lues (5 kecamatan), dan Bireuen (3 kecamatan).
“Banjir menyebabkan 70 ribu warga mengungsi ke tempat-tempat yang tidak terkena banjir,” kata Nurdin saat dihubungi situs ini tadi sore.
Dia menyebutkan, warga yang mengungsi masih sangat kekurangan bantuan. Dinas Sosial Aceh baru menyalurkan bantuan 150 kardus mi instan, dan tiga karung makanan bayi. “Yang sangat dibutuhkan korban banjir adalah bantuan beras, makanan, susu bayi, tenda, dan selimut,” ujarnya.
Banjir bandang telah menyebabkan sembilan warga meninggal dunia. Rinciannya, lima diKecamatan Matangkuli (Aceh Utara), satu di Kecamatan Pinding (Gayo Lues), satu wargaKecamatan Permata, dua warga Kecamatan Syiah Utama (Bener Meriah). Dua warga Syiah Utama juga dilaporkan masih belum ditemukan.
Relawan dan tim SAR masih melakukan evakuasi, pencarian korban, dan menyuplai bantuan.
Selain banjir, di Gayo Lues juga terjadi longsor, yang mengakibatkan ratusan rumah dan beberapa jembatan hancur. Ada sembilan titik longsor di kabupaten tersebut, sehingga menyebabkan kawasan itu terisolasi.
Di Aceh Tamiang, Desa Alue Cang, Kecamatan Rantau Selamat, juga masih terkurung akibat banjir bandang. Banjir juga menyebabkan jalur transportasi dari Medan ke Banda Aceh putus total. [dzie]Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
