|

Kondisi Desa Jono Oge, Sigi Biromaru, Sigi, Sulteng Bergeser Hingga 3 KM

By : Hana 08 Oktober 2018 News Categori : Berita

Pasca gempabumi 7,4 magnitudo, di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, menyebabkan sebagian Desa Jono Oge, Kecamatan, Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi mengalami fenomena likuifaksi atau pergeseran tanah hingga 3 KM (menurut warga setempat). Likuifaksi adalah fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat adanya faktor getaran pada daerah lapisan tanah yang jenuh air, yaitu tanah di mana ruang antara partikelnya benar-benar penuh dengan air. Peristiwa ini biasanya sering terjadi pada lapisan pasir.

Namun, pada saat terjadi gempabumi, getaran yang ditimbulkan menyebabkan peningkatan tekanan air ke titik di mana partikel-partikel tanah dapat dengan mudah bergerak sehingga ikatan antar partikel lapisan pasir tersebut menjadi luruh. Ketika hal itu terjadi, kekuatan tanah akan berkurang, sehingga tanah tersebut tidak mampu lagi untuk menopang beban bangunan diatasnya.

Penyebab terjadinya fenomena ini yaitu, tanah berupa pasir atau lanau, lapisan tanah jenuh air, lapisan tanah tidak padat dan terjadinya gempabumi berkekuatan diatas 5 SR.

Akibat dari peristiwa likuifaksi ini menyebabkan bangunan yang berada diatasnya mengalami kemiringan, melongsor, bergerak/bergeser bahkan yang lebih parahnya yaitu amblasnya bangunan dan jalan. Sepanjang jalan yang hilang itu terdapat rumah-rumah dan tempat ibadah serta toko ikut hanyut bergeser. Tak hanya itu, tanah-tanah bergelombang dan jalan-jalan yang ada disekitarnya terbelah dan rusak parah.

Pelapor: Debi Sani

© www.airputih.or.id. All rights reserved.