Search

Follow Us at Social Network

   


Site Map : Home > Uncategorized
28 August 2011 19:10 WIB
Bencana : PERINGATAN DINI: EVALUASI G. PAPANDAYAN
Tanggal : 26 August 2011 08:38
Posisi : -7.333333,107.733333
Wilayah : Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : Hasil Evaluasi PVMBG: KESIMPULAN : Aktivitas kegempaan masih stabil tinggi yang didominasi gempa Vulkanik Dangkal. Hasil pengukuran deformasi (EDM dan leveling) relatif stabil tidak menunjukkan perubahan signifikan. Hasil pengukuran kandungan gas SO2 menunjukkan penurunan meskipun kecil, yaitu dari 8 ton/hari menjadi 6 ton/hari. Suhu solfatara di Kawah Mas dan Kawah Manuk relatif menurun meskipun kecil. Di Kawah Mas, suhu menurun dari 304oC menjadi 302oC, sedangkan di Kawah Manuk suhu menurun dari 106oC menjadi 104.5oC. Sedangkan suhu solfatara di G. Welirang dan suhu air Danau Kawah Baru tidak ada perubahan, berturut-turut 95oC dan 18oC. Kandungan gas CO2 antara 1% sampai kurang dari 10% muncul berupa spot-spot dilokasi-lokasi tertentu disekitar Kawah Mas, Kawah Manuk, dan G. Welirang. Hasil pemantauan terhadap 18 titik ukur tetap sejak tanggal 12 sampai 21 Agustus 2011 menunjukkan bahwa gas CO2 dengan kandungan 1%-10% sebarannya tidak meluas dan tidak mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi, geokimia dan visual, maka status G. Papandayan hingga 25 Agustus 2011 tetap pada status Siaga (level III). POTENSI BENCANA: Dalam status Siaga (level III) ini potensi bencana yang mungkin terjadi di G. Papandayan adalah erupsi freatik secara tiba-tiba disertai keluarnya gas beracun atau terjadinya erupsi gas terarah (directed lateral blast ). Potensi lainnya berupa longsoran tebing di sekitar kawah G. Papandayan. TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN: Pengiriman tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Penguatan sistem pemantauan gunungapi Papandayan (Pemasangan CCTV, penambahan stasiun gempa, pengukuran deformasi dan gas-gas vulkanik). Bekerjasama dengan IOM (Organisasi Internasional untuk migrasi) tim tanggap darurat melakukan kegiatan sosialisasi di desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Sosialisasi menekankan pada alasan peningkatan status Siaga dan antisipasi menghadapi potensi ancaman ke depan. Melakukan kegiatan sosialisasi dan koordinasi dengan BPBD, Camat beserta unsur muspida di kecamatan Cisurupan. Menjelaskan situasi peningkatan status Siaga di Pos pengamatan G. Papandayan. Dihadapan pimpinan BPBD tingkat provinsi dan direktur kesiapsiagaan dari BNPB. Masyarakat sekitar G. Papandayan. REKOMONDASI: SIAGA : Masyarakat di sekitar G. Papandayan dan Pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Papandayan dalam radius 2 km dari kompleks kawah Papandayan. Masyarakat di sekitar G. Papandayan diharap tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu. Oleh karena itu agar senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi melalui Pos Pengamatan G. Papandayan di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan selalu berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD) dan pemerintah Kabupaten Garut (BPBD) tentang aktivitas G. Papandayan. Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Garut dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Papandayan
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD. Kabupaten Garut, BPBD Provinsi Jawa Barat, Pos Pengamatan G. Papandayan di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan.
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.26811
28 August 2011 19:10 WIB
Bencana : PERINGATAN DINI: EVALUASI G. PAPANDAYAN
Tanggal : 26 August 2011 08:38
Posisi : -7.333333,107.733333
Wilayah : Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : Hasil Evaluasi PVMBG: KESIMPULAN : Aktivitas kegempaan masih stabil tinggi yang didominasi gempa Vulkanik Dangkal. Hasil pengukuran deformasi (EDM dan leveling) relatif stabil tidak menunjukkan perubahan signifikan. Hasil pengukuran kandungan gas SO2 menunjukkan penurunan meskipun kecil, yaitu dari 8 ton/hari menjadi 6 ton/hari. Suhu solfatara di Kawah Mas dan Kawah Manuk relatif menurun meskipun kecil. Di Kawah Mas, suhu menurun dari 304oC menjadi 302oC, sedangkan di Kawah Manuk suhu menurun dari 106oC menjadi 104.5oC. Sedangkan suhu solfatara di G. Welirang dan suhu air Danau Kawah Baru tidak ada perubahan, berturut-turut 95oC dan 18oC. Kandungan gas CO2 antara 1% sampai kurang dari 10% muncul berupa spot-spot dilokasi-lokasi tertentu disekitar Kawah Mas, Kawah Manuk, dan G. Welirang. Hasil pemantauan terhadap 18 titik ukur tetap sejak tanggal 12 sampai 21 Agustus 2011 menunjukkan bahwa gas CO2 dengan kandungan 1%-10% sebarannya tidak meluas dan tidak mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi, geokimia dan visual, maka status G. Papandayan hingga 25 Agustus 2011 tetap pada status Siaga (level III). POTENSI BENCANA: Dalam status Siaga (level III) ini potensi bencana yang mungkin terjadi di G. Papandayan adalah erupsi freatik secara tiba-tiba disertai keluarnya gas beracun atau terjadinya erupsi gas terarah (directed lateral blast ). Potensi lainnya berupa longsoran tebing di sekitar kawah G. Papandayan. TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN: Pengiriman tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Penguatan sistem pemantauan gunungapi Papandayan (Pemasangan CCTV, penambahan stasiun gempa, pengukuran deformasi dan gas-gas vulkanik). Bekerjasama dengan IOM (Organisasi Internasional untuk migrasi) tim tanggap darurat melakukan kegiatan sosialisasi di desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Sosialisasi menekankan pada alasan peningkatan status Siaga dan antisipasi menghadapi potensi ancaman ke depan. Melakukan kegiatan sosialisasi dan koordinasi dengan BPBD, Camat beserta unsur muspida di kecamatan Cisurupan. Menjelaskan situasi peningkatan status Siaga di Pos pengamatan G. Papandayan. Dihadapan pimpinan BPBD tingkat provinsi dan direktur kesiapsiagaan dari BNPB. Masyarakat sekitar G. Papandayan. REKOMONDASI: SIAGA : Masyarakat di sekitar G. Papandayan dan Pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Papandayan dalam radius 2 km dari kompleks kawah Papandayan. Masyarakat di sekitar G. Papandayan diharap tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu. Oleh karena itu agar senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi melalui Pos Pengamatan G. Papandayan di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan selalu berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD) dan pemerintah Kabupaten Garut (BPBD) tentang aktivitas G. Papandayan. Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Garut dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Papandayan
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD. Kabupaten Garut, BPBD Provinsi Jawa Barat, Pos Pengamatan G. Papandayan di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan.
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.26811
28 August 2011 14:21 WIB
Bencana : Letusan G. Lokon, 28 Ausutus 2011
Tanggal : 28 Agustus 2011, 07.51 Wita
Posisi : 1.358,124.792.
Wilayah : Kab.Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada Data
Kerusakan : Tidak Ada Data , Tidak berdampak langsung kepada warga karena arah angin bertiup ke arah utara. KEJADIAN: Peningkatan kegempaan terekam sejak Sabtu (27/8/2011) sekitar pukul 20.00 Wita,sebelum terjadi letusan pukul 07.51 Wita, sejak pukul 00.00-06.00 Wita telah terjadi 69 kali gempa vulkanik. Tercatat sebanyak 37 kali gempa vulkanik dalam dan 32 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo antara 13 hingga 43 milimeter. Abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 – 2.500 meter. Material vulkaniknya mengarah ke utara dan barat daya dari kawah Tompaluan.
Kebutuhan : Belum Diketahui
Penanganan : BPBD Kota Tomohon
Akses Komunikasi : Baik
Kontak Penting : BPBD Kota Tomohon, Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076
Sumber : ICTD-AP, Berbagai Media
Kode Bencana : BIV.28811

TITLE : 20/8/2011,Pkl 07.00 Wita dan 16.33 Wita : LETUSAN G. LOKON DUA KALI
BENCANA : Gunung Lokon, TANGGAL : 20/8/2011,Pkl 07.00 Wita dan 16.33 Wita. POSISI : 1.358,124.792. WILAYAH : Tomohon,Sulawesi Utara. KORBAN : Tidak Ada. PENGUNGSI: Tidak Ada Data. KERUSAKAN : Tidak Ada (letusan Kecil) Kelurahan Tinoor Kecamatan Tomohon Utara tetap beraktifitas. KEBUTUHAN : Belum diketahui. PENANGANAN : BPBD Kota Tomohon,Pusat Pemantauan G.Lokon. AKSES KOMUNIKASI : Baik. KONTAK PENTING : Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076
SUMBER : ICTD-AP, Media. KODE BENCANA : BIV.20811

TITLE : Letusan Lokon 17 Juli 2011, pukul 10.34 Wita Tomohon,Sulut:
DETAIL INFORMASI : BENCANA : Letusan G. Lokon , TANGGAL : 17 Agustus 2011, Jam : 23:34 POSISI : 1.358,124.792. WILAYAH: Kab.Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. KORBAN :Tidak Ada, Pengungsi : Tidak Ada Data, KERUSAKAN : Hujan abu di Desa Kinilow, 3 km dari titik letusan (Kawah Tompaluan), PENANGANA : BPBD Kota Tomohon, AKSES KOMUNIKASI : Baik, KONTAK PENTING : BPBD Kota Tomohon, Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076, SUMBER : Berbagai Sumber, KODE BENCANA : BIV17811

28 August 2011 14:21 WIB
Bencana : Letusan G. Lokon, 28 Ausutus 2011
Tanggal : 28 Agustus 2011, 07.51 Wita
Posisi : 1.358,124.792.
Wilayah : Kab.Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada Data
Kerusakan : Tidak Ada Data , Tidak berdampak langsung kepada warga karena arah angin bertiup ke arah utara. KEJADIAN: Peningkatan kegempaan terekam sejak Sabtu (27/8/2011) sekitar pukul 20.00 Wita,sebelum terjadi letusan pukul 07.51 Wita, sejak pukul 00.00-06.00 Wita telah terjadi 69 kali gempa vulkanik. Tercatat sebanyak 37 kali gempa vulkanik dalam dan 32 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo antara 13 hingga 43 milimeter. Abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 – 2.500 meter. Material vulkaniknya mengarah ke utara dan barat daya dari kawah Tompaluan.
Kebutuhan : Belum Diketahui
Penanganan : BPBD Kota Tomohon
Akses Komunikasi : Baik
Kontak Penting : BPBD Kota Tomohon, Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076
Sumber : ICTD-AP, Berbagai Media
Kode Bencana : BIV.28811

TITLE : 20/8/2011,Pkl 07.00 Wita dan 16.33 Wita : LETUSAN G. LOKON DUA KALI
BENCANA : Gunung Lokon, TANGGAL : 20/8/2011,Pkl 07.00 Wita dan 16.33 Wita. POSISI : 1.358,124.792. WILAYAH : Tomohon,Sulawesi Utara. KORBAN : Tidak Ada. PENGUNGSI: Tidak Ada Data. KERUSAKAN : Tidak Ada (letusan Kecil) Kelurahan Tinoor Kecamatan Tomohon Utara tetap beraktifitas. KEBUTUHAN : Belum diketahui. PENANGANAN : BPBD Kota Tomohon,Pusat Pemantauan G.Lokon. AKSES KOMUNIKASI : Baik. KONTAK PENTING : Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076
SUMBER : ICTD-AP, Media. KODE BENCANA : BIV.20811

TITLE : Letusan Lokon 17 Juli 2011, pukul 10.34 Wita Tomohon,Sulut:
DETAIL INFORMASI : BENCANA : Letusan G. Lokon , TANGGAL : 17 Agustus 2011, Jam : 23:34 POSISI : 1.358,124.792. WILAYAH: Kab.Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. KORBAN :Tidak Ada, Pengungsi : Tidak Ada Data, KERUSAKAN : Hujan abu di Desa Kinilow, 3 km dari titik letusan (Kawah Tompaluan), PENANGANA : BPBD Kota Tomohon, AKSES KOMUNIKASI : Baik, KONTAK PENTING : BPBD Kota Tomohon, Pos Pengamatan G. Lokon :Telpon 0431351076, SUMBER : Berbagai Sumber, KODE BENCANA : BIV17811

28 August 2011 08:22 WIB
Bencana : PERINGATAN DINI Gunung. Anak Ranakah
Tanggal : 26 Agustus 2011, pukul 15.00
Posisi : -8.60611111,120.53094444, Dari PVMBG Posisi Gunung: 8°36’22“ Lintang Selatan dan 120°32’13“ Bujur Timur
Wilayah : Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : Rekomondasi PVMBG : EVALUASI GUNUNG: Peningkatan aktivitas G. Anak Ranakah teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam mulai meningkat sejak Desember 2010 dan terus mengalami peningkatan pada Juli dan Agustus 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dikhawatirkan akan memicu peningkatan pada Gempa Vulkanik Dangkal, yang kemudian akan mengganggu kestabilan dari Kubah Lava G. Anak Ranakah yang sangat rentan terhadap tekanan berupa peningkatan aktivitas kegempaan. POTENSI BAHAYA : Volume Kubah Lava G. Anak Ranakah yang semakin membesar sangat rentan terhadap gangguan akibat gravitasi maupun tekanan dari dalam gunungapi sehingga sering terlihat ada longsoran dari kubah lava. Longsoran material dari kubah lava dalam volume yang besar akan membentuk aliran awan panas. Pada 11 januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuran aliran awan panas menuju Wae Reno dan Wae Teko di sebelah Utara gunungapi tersebut. KESIMPULAN : Berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 26 Agustus 2011, pukul 15.00 WITA, status kegiatan G. Anak Ranakah dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Anak Ranakah dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah (Satlak PB dan Satkorlak PB) setempat. Status kegiatan G. Anak Ranakah akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. REKOMNDASI STATUS WASPADA : 1. Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Anak Ranakah. 2. Masyarakat di sekitar G. Ranakah dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Puncak G. Anak Ranakah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (selaku Ketua SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Anak Ranakah. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Satkorlak PB Nusa Tenggara Timur, Satlak PB Manggarai, Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, PVMBG Bandung
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.26811
28 August 2011 08:22 WIB
Bencana : PERINGATAN DINI Gunung. Anak Ranakah
Tanggal : 26 Agustus 2011, pukul 15.00
Posisi : -8.60611111,120.53094444, Dari PVMBG Posisi Gunung: 8°36’22“ Lintang Selatan dan 120°32’13“ Bujur Timur
Wilayah : Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : Rekomondasi PVMBG : EVALUASI GUNUNG: Peningkatan aktivitas G. Anak Ranakah teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam mulai meningkat sejak Desember 2010 dan terus mengalami peningkatan pada Juli dan Agustus 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dikhawatirkan akan memicu peningkatan pada Gempa Vulkanik Dangkal, yang kemudian akan mengganggu kestabilan dari Kubah Lava G. Anak Ranakah yang sangat rentan terhadap tekanan berupa peningkatan aktivitas kegempaan. POTENSI BAHAYA : Volume Kubah Lava G. Anak Ranakah yang semakin membesar sangat rentan terhadap gangguan akibat gravitasi maupun tekanan dari dalam gunungapi sehingga sering terlihat ada longsoran dari kubah lava. Longsoran material dari kubah lava dalam volume yang besar akan membentuk aliran awan panas. Pada 11 januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuran aliran awan panas menuju Wae Reno dan Wae Teko di sebelah Utara gunungapi tersebut. KESIMPULAN : Berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 26 Agustus 2011, pukul 15.00 WITA, status kegiatan G. Anak Ranakah dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Anak Ranakah dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah (Satlak PB dan Satkorlak PB) setempat. Status kegiatan G. Anak Ranakah akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. REKOMNDASI STATUS WASPADA : 1. Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Anak Ranakah. 2. Masyarakat di sekitar G. Ranakah dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Puncak G. Anak Ranakah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (selaku Ketua SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Anak Ranakah. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Satkorlak PB Nusa Tenggara Timur, Satlak PB Manggarai, Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, PVMBG Bandung
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.26811
27 August 2011 04:00 WIB
Bencana : Kecelakaan : Transportasi (Kapal/Ferri Tengelam): KMP Windu Karsa
Tanggal : 27 Agustus 2011, Sekitar Pukul 00.04 Wita, Kapal dari Pelabuhan Bajoe, Kab.Bone, Sulawesi Selatan pada pukul 15:00 Wita Jumat.
Posisi : Posisi : Pelabuhan Bajoe (bone) :-4.5510927542709,120.3867950957, Pelabuhan Kolaka : -4.0526769,121.5911535 Lambasina Besar : -4.0925,121.3694444, Lambasina Kecil :-4.0811111,121.3366667. Lokasi Tenggelam diperkirakan : 04.derajat 05 menit 00 detik selatan dan bujur 121 derajat 20 menit 46 detik timur atau sekitar 10 notikal mile dari Pelabuhan Ferry Kolaka. Indonesia National Shipowners Association(INSA) : Kapal di temukan di koordinat Lintang 04.0500 lintang selatan bujur timur 121.20,46.
Wilayah : Wilayah : Perkiraan Tenggelam: Perairan Lambasina, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
Korban : Korban : Data Sementara 2 Meninggal, 91 korban dievakuasi(89 diantaranya dalam keadaan selamat,menjalani perawatan di RSUD Kolaka)
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Data Sementara: 1 Ferry, 20 mobil dan 5 motor.(Belum valid)
Kebutuhan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang
Penanganan : Manifest kapal, KMP Windu Karsa memuat sebanyak 78 penumpang termasuk ABK dan pekerja kapal non ABK.Lokasi tenggelam di dekat pulau Lambasina. Diduga mengalami kebocoran, Angin kencang dan atau ombak 3 meter (Masih simpang siur). Bantuan penyelamatan dari Tim SAR, Kapal Motor (KM) Misima, KM Citra dan KMP Tuna, Proses evakuasi dan pencarian penumpang kapal masih terus berlangsung, diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Bajoe, Andi Abbas
Sumber : ICTD-AP, Berbagai Media
Kode Bencana : BXVIII.27811

Catatan: Data dan peta masih dalam bentuk informasi perkiraan, belum ada data pasti dari pihak berwenang dan tidak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan apapun.

27 August 2011 04:00 WIB
Bencana : Kecelakaan : Transportasi (Kapal/Ferri Tengelam): KMP Windu Karsa
Tanggal : 27 Agustus 2011, Sekitar Pukul 00.04 Wita, Kapal dari Pelabuhan Bajoe, Kab.Bone, Sulawesi Selatan pada pukul 15:00 Wita Jumat.
Posisi : Posisi : Pelabuhan Bajoe (bone) :-4.5510927542709,120.3867950957, Pelabuhan Kolaka : -4.0526769,121.5911535 Lambasina Besar : -4.0925,121.3694444, Lambasina Kecil :-4.0811111,121.3366667. Lokasi Tenggelam diperkirakan : 04.derajat 05 menit 00 detik selatan dan bujur 121 derajat 20 menit 46 detik timur atau sekitar 10 notikal mile dari Pelabuhan Ferry Kolaka. Indonesia National Shipowners Association(INSA) : Kapal di temukan di koordinat Lintang 04.0500 lintang selatan bujur timur 121.20,46.
Wilayah : Wilayah : Perkiraan Tenggelam: Perairan Lambasina, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
Korban : Korban : Data Sementara 2 Meninggal, 91 korban dievakuasi(89 diantaranya dalam keadaan selamat,menjalani perawatan di RSUD Kolaka)
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Data Sementara: 1 Ferry, 20 mobil dan 5 motor.(Belum valid)
Kebutuhan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang
Penanganan : Manifest kapal, KMP Windu Karsa memuat sebanyak 78 penumpang termasuk ABK dan pekerja kapal non ABK.Lokasi tenggelam di dekat pulau Lambasina. Diduga mengalami kebocoran, Angin kencang dan atau ombak 3 meter (Masih simpang siur). Bantuan penyelamatan dari Tim SAR, Kapal Motor (KM) Misima, KM Citra dan KMP Tuna, Proses evakuasi dan pencarian penumpang kapal masih terus berlangsung, diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Bajoe, Andi Abbas
Sumber : ICTD-AP, Berbagai Media
Kode Bencana : BXVIII.27811

Catatan: Data dan peta masih dalam bentuk informasi perkiraan, belum ada data pasti dari pihak berwenang dan tidak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan apapun.

26 August 2011 04:00 WIB
Bencana : Amblas ( Longsor)
Tanggal : 25/8/2011 Sekitar Pukul : 20:40 WITA
Posisi : Desa Sebulu: -0.272509,116.992798
Wilayah : RT 2 dan 4 Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : 54 KK/109 Jiwa ,(warga dari 29 rumah lainnya yang berada di dekat lokasi kejadian juga dievakuasi ke pengungsian)
Kerusakan : 21 Rumah,Masjid Al Izhar, bengkel motor, ruas jalan sepanjang 150 meter terputusdan, 1 unit travo PLN (meledak,listrik padam)
Kebutuhan : Kebutuhan Pokok dan lain-lain
Penanganan : Penanganan : Sebelum kejadian: kondisi tanah disekitar lokasi kejadian sudah retak, pipa PDAM juga bocor. Kondisi tanah dulunya rawa, sekarang banyak bangunan. Musim kemarau yg berkepanjangan sekarang, tanah menjadi merekah, dan terjadi longsor.Di sepanjang jalan desa sebulu ilir itu,hanya bangunan yang berada persis di pinggir sungai yang rawan longsor, sedangkan bangunan di arah sebelah darat masih aman. Tanda-tanda longsor berupa retakan-retakan ditanah sudah terlihat sejak 15 hari lalu. Penanganan: Polsek Sebulu,Muspika Sebulu dan Masyarakat: Proses evakuasi warga ,Warga yg menjadi korban longsor sudah diungsikan ke rumah penduduk/tetangga terdekat yang tak jauh dari lokasi.
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : apolsek Sebulu Ajun Komisaris Andre Anas, Camat sebulu, Irianto
Sumber : ICTD-AP,Media
Kode Bencana : BIIL.25811
26 August 2011 04:00 WIB
Bencana : Amblas ( Longsor)
Tanggal : 25/8/2011 Sekitar Pukul : 20:40 WITA
Posisi : Desa Sebulu: -0.272509,116.992798
Wilayah : RT 2 dan 4 Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : 54 KK/109 Jiwa ,(warga dari 29 rumah lainnya yang berada di dekat lokasi kejadian juga dievakuasi ke pengungsian)
Kerusakan : 21 Rumah,Masjid Al Izhar, bengkel motor, ruas jalan sepanjang 150 meter terputusdan, 1 unit travo PLN (meledak,listrik padam)
Kebutuhan : Kebutuhan Pokok dan lain-lain
Penanganan : Penanganan : Sebelum kejadian: kondisi tanah disekitar lokasi kejadian sudah retak, pipa PDAM juga bocor. Kondisi tanah dulunya rawa, sekarang banyak bangunan. Musim kemarau yg berkepanjangan sekarang, tanah menjadi merekah, dan terjadi longsor.Di sepanjang jalan desa sebulu ilir itu,hanya bangunan yang berada persis di pinggir sungai yang rawan longsor, sedangkan bangunan di arah sebelah darat masih aman. Tanda-tanda longsor berupa retakan-retakan ditanah sudah terlihat sejak 15 hari lalu. Penanganan: Polsek Sebulu,Muspika Sebulu dan Masyarakat: Proses evakuasi warga ,Warga yg menjadi korban longsor sudah diungsikan ke rumah penduduk/tetangga terdekat yang tak jauh dari lokasi.
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : apolsek Sebulu Ajun Komisaris Andre Anas, Camat sebulu, Irianto
Sumber : ICTD-AP,Media
Kode Bencana : BIIL.25811


Connecting
the Unconnected
  Situs ini berlisensi di bawah Creative Commons