Search

Follow Us at Social Network

   


Site Map : Home > Uncategorized
31 August 2011 20:00 WIB
Bencana : Korban Kapal Tenggelam KM Windu Karsa
Tanggal : 27/8/2011, Dini Hari
Posisi : Kolaka: -4.0207374,121.5118393
Wilayah : Kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara
Korban : Data Sementara: Korban Meninggal : 1. Yohanes Lempe (65 tahun), 2. Agus Setiono (45 tahun), 3. Ar Rahim (24 tahun), 4. Hj Nurlina, 5. Anwar Nompo, 6. Amanda (19 tahun), 7. Avis (9 bulan),8. Musmira (21 tahun), 9. Bustam (50 tahun), 10. Takbir (23 tahun), 11. Hj Naesah (60 tahun), 12. Hilmadani (22 tahun), 13. Laki-laki tanpa identitas.
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Beluam Ada Data Pasti
Kebutuhan : Pencarian Korban Yang Masih Hilang
Penanganan : Dikembalikan ke keluarga masing-masing, oleh pihak yang berwenang
Akses Komunikasi : Baik
Kontak Penting : SAR Kolaka, Polairud, KOSAL
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BXVIII.27811/BIX.31811

BENCANA : Korban Kapal Tenggelam KM Windu Karsa, TANGGAL: 27/8/2011, Dini Hari, POSISI : Posisi : Kolaka -4.0207374,121.5118393, WILAYAH: kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara. KORBAN: Data Ditemukan 105 Orang : 9 Meninggal , 93 Selamat. Korban Kapal Tenggelam : KM Windu Karsa Kpal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa tenggelam di perairan Teluk Bone dekat Pulau Lambasina, Sabtu (27/8/2011) dini hari . Berikut nama-nama korban yang meninggal dunia: 1. Hj Naisa (60 th), 2.nwar (41 th),3. Amanda (21 th), 4.Hafiz (9 th), 5.Hj. Nurlina, 6.Bustam (50 th), 7.Maswira, 8.Takbir, 9. belum teridentifikasi (bocah laki-laki). Sebanyak 9 orang ditemukan meninggal dunia, 93 selamat, Lainnya masih dalam pencarian (Tim SAR gabungan dari unsur SAR Kolaka, Polairud, KOSAL, Basarnas, KMP Marina, KMP Citra Mandala Abadi, KMP Misima, serta kapal ikan). KERUSAKAN: Belum Ada Data, KEBUTUHAN: Pencarian Sisa Korban Tenggelam / Hilang, PENANGANAN: Dikembalikan ke keluarga masing-masing, oleh pihak yang berwenang, Kontak Penting : Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kolaka, Basarnas, Sar Daerah Sulawesi Tenggara, Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan. Sumber : ICD-AP, Beragai Media, Kode Bencana : BXVIII.27811/BIX.27811

31 August 2011 20:00 WIB
Bencana : Korban Kapal Tenggelam KM Windu Karsa
Tanggal : 27/8/2011, Dini Hari
Posisi : Kolaka: -4.0207374,121.5118393
Wilayah : Kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara
Korban : Data Sementara: Korban Meninggal : 1. Yohanes Lempe (65 tahun), 2. Agus Setiono (45 tahun), 3. Ar Rahim (24 tahun), 4. Hj Nurlina, 5. Anwar Nompo, 6. Amanda (19 tahun), 7. Avis (9 bulan),8. Musmira (21 tahun), 9. Bustam (50 tahun), 10. Takbir (23 tahun), 11. Hj Naesah (60 tahun), 12. Hilmadani (22 tahun), 13. Laki-laki tanpa identitas.
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Beluam Ada Data Pasti
Kebutuhan : Pencarian Korban Yang Masih Hilang
Penanganan : Dikembalikan ke keluarga masing-masing, oleh pihak yang berwenang
Akses Komunikasi : Baik
Kontak Penting : SAR Kolaka, Polairud, KOSAL
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BXVIII.27811/BIX.31811

BENCANA : Korban Kapal Tenggelam KM Windu Karsa, TANGGAL: 27/8/2011, Dini Hari, POSISI : Posisi : Kolaka -4.0207374,121.5118393, WILAYAH: kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara. KORBAN: Data Ditemukan 105 Orang : 9 Meninggal , 93 Selamat. Korban Kapal Tenggelam : KM Windu Karsa Kpal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa tenggelam di perairan Teluk Bone dekat Pulau Lambasina, Sabtu (27/8/2011) dini hari . Berikut nama-nama korban yang meninggal dunia: 1. Hj Naisa (60 th), 2.nwar (41 th),3. Amanda (21 th), 4.Hafiz (9 th), 5.Hj. Nurlina, 6.Bustam (50 th), 7.Maswira, 8.Takbir, 9. belum teridentifikasi (bocah laki-laki). Sebanyak 9 orang ditemukan meninggal dunia, 93 selamat, Lainnya masih dalam pencarian (Tim SAR gabungan dari unsur SAR Kolaka, Polairud, KOSAL, Basarnas, KMP Marina, KMP Citra Mandala Abadi, KMP Misima, serta kapal ikan). KERUSAKAN: Belum Ada Data, KEBUTUHAN: Pencarian Sisa Korban Tenggelam / Hilang, PENANGANAN: Dikembalikan ke keluarga masing-masing, oleh pihak yang berwenang, Kontak Penting : Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kolaka, Basarnas, Sar Daerah Sulawesi Tenggara, Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan. Sumber : ICD-AP, Beragai Media, Kode Bencana : BXVIII.27811/BIX.27811

30 August 2011 21:50 WIB
Bencana : Puting Beliung
Tanggal : 29/08/2011, sekira pukul 18.00 Wib
Posisi : Kecamatan Patumbak: Latitude: 3.4928263, Longitude: 98.6818274
Wilayah : Marendal II dan Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang
Korban : Tidak Ada Data
Pengungsi : Belum Ada Data
Kerusakan : Data Sementara : 101 rumah Rusak Berat, Rusak Ringan Dan Rusak Sedang
Kebutuhan : Bantuan kebutuhan pokok
Penanganan : Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Pemkab Deliserdang, Masih melakukan pendataan
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Kabag Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Pemkab Deliserdang
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BII.29811
30 August 2011 21:50 WIB
Bencana : Puting Beliung
Tanggal : 29/08/2011, sekira pukul 18.00 Wib
Posisi : Kecamatan Patumbak: Latitude: 3.4928263, Longitude: 98.6818274
Wilayah : Marendal II dan Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang
Korban : Tidak Ada Data
Pengungsi : Belum Ada Data
Kerusakan : Data Sementara : 101 rumah Rusak Berat, Rusak Ringan Dan Rusak Sedang
Kebutuhan : Bantuan kebutuhan pokok
Penanganan : Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Pemkab Deliserdang, Masih melakukan pendataan
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Kabag Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Pemkab Deliserdang
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BII.29811
30 August 2011 18:37 WIB
Bencana : Peringatan Dini: Gunung Tambora
Tanggal : 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA
Posisi : Latitude:-8.25,Longitude:118
Wilayah : Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG : EVALUASI: Peningkatan aktivitas G. Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam mulai meningkat April 2011 dan terus mengalami peningkatan hingga Agustus 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih besar. POTENSI BAHAYA : #.Letusan paroksimal Tambora tahun 1815 mengeluarkan lontaran hujan abu dengan Volume material letusan yang dilontarkan ke udara mencapai 100-150 km3 dengan tinggi payung letusannya diperkirakan mencapai 30-40 km di atas gunungapinya. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 3 km berpotensi terlanda lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) II berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 5 km berpotensi terlanda lontaran atau guguran batu pijar, hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar, gas beracun, dan air dengan keasaman tinggi. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I berpotensi terlanda lahar, dan pada radius 8 km berpotensi terlanda hujan abu dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar). KESIMPULAN : #.berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA, status kegiatan G. Tambora dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). #.Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tambora. Status kegiatan G. Tambora akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. REKOMONDASI: WASPADA : a. Masyarakat di sekitar G. Tambora diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Tambora. b. Masyarakat di sekitar G. Tambora dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Puncak G. Tambora. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Tambora. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan BPBD Propinsi. d. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tambora di Desa Pekat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, PVMBG
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.30811
30 August 2011 18:37 WIB
Bencana : Peringatan Dini: Gunung Tambora
Tanggal : 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA
Posisi : Latitude:-8.25,Longitude:118
Wilayah : Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG : EVALUASI: Peningkatan aktivitas G. Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam mulai meningkat April 2011 dan terus mengalami peningkatan hingga Agustus 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih besar. POTENSI BAHAYA : #.Letusan paroksimal Tambora tahun 1815 mengeluarkan lontaran hujan abu dengan Volume material letusan yang dilontarkan ke udara mencapai 100-150 km3 dengan tinggi payung letusannya diperkirakan mencapai 30-40 km di atas gunungapinya. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 3 km berpotensi terlanda lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) II berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 5 km berpotensi terlanda lontaran atau guguran batu pijar, hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar, gas beracun, dan air dengan keasaman tinggi. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I berpotensi terlanda lahar, dan pada radius 8 km berpotensi terlanda hujan abu dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar). KESIMPULAN : #.berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA, status kegiatan G. Tambora dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). #.Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tambora. Status kegiatan G. Tambora akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. REKOMONDASI: WASPADA : a. Masyarakat di sekitar G. Tambora diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Tambora. b. Masyarakat di sekitar G. Tambora dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Puncak G. Tambora. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Tambora. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan BPBD Propinsi. d. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tambora di Desa Pekat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, PVMBG
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.30811
29 August 2011 20:08 WIB
Bencana : Gempa Bumi : Pasir Halang dan Jambudipa, Kecamatan Cisarua
Tanggal : 28/08/2011-16:05:59 WIB, Mag: 3.3 SR, Kedalaman: 10 Km, Lokasi: 6.92 LS 107.52 BT, Keterangan: Pusat gempa berada di darat 8 km Barat Bandung, Dirasakan MMI: II – III Bandung
Posisi : Location : Pasir Halang: Latitude:-6.799255, Longitude: 107.563832. Jambudipa: Latitude: -6.816624, Longitude:107.570209. Kecamatan Cisarua: Latitude: -6.662053, Longitude: 106.936071
Wilayah : Desa Jambudipa dan Pasirhalang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Belum Terdata (Rumah yang rusak parah Mengungsi)
Kerusakan : Data Smentara Kerusakan Desa yakni Desa Jambudipa dan Pasirhalang Kecamatan Cisarua: Rumah Rusak Parah: 6 , Rumah Rusak Sedang : 30, Rumah Rusak Ringan: 73
Kebutuhan : Kebutuhan Pokok Pengungsi dan Shelter
Penanganan : Pemerintah Kecamatan Cisarua dan Pemeintahan Desa Setempat, PMI KBB mendirikan tenda darurat dan bantuan berupa makanan dan selimut
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : Kasie Trantib Kecamatan Cisarua, Cucu Karyana
Sumber : ICTD-AP,Media
Kode Bencana : BI.28811
29 August 2011 20:08 WIB
Bencana : Gempa Bumi : Pasir Halang dan Jambudipa, Kecamatan Cisarua
Tanggal : 28/08/2011-16:05:59 WIB, Mag: 3.3 SR, Kedalaman: 10 Km, Lokasi: 6.92 LS 107.52 BT, Keterangan: Pusat gempa berada di darat 8 km Barat Bandung, Dirasakan MMI: II – III Bandung
Posisi : Location : Pasir Halang: Latitude:-6.799255, Longitude: 107.563832. Jambudipa: Latitude: -6.816624, Longitude:107.570209. Kecamatan Cisarua: Latitude: -6.662053, Longitude: 106.936071
Wilayah : Desa Jambudipa dan Pasirhalang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Belum Terdata (Rumah yang rusak parah Mengungsi)
Kerusakan : Data Smentara Kerusakan Desa yakni Desa Jambudipa dan Pasirhalang Kecamatan Cisarua: Rumah Rusak Parah: 6 , Rumah Rusak Sedang : 30, Rumah Rusak Ringan: 73
Kebutuhan : Kebutuhan Pokok Pengungsi dan Shelter
Penanganan : Pemerintah Kecamatan Cisarua dan Pemeintahan Desa Setempat, PMI KBB mendirikan tenda darurat dan bantuan berupa makanan dan selimut
Akses Komunikasi : Tidak Diketahui
Kontak Penting : Kasie Trantib Kecamatan Cisarua, Cucu Karyana
Sumber : ICTD-AP,Media
Kode Bencana : BI.28811
28 August 2011 22:22 WIB
Bencana : Kecelakaan Transportasi, Kapal Tenggelam, KMP Windu Karsa: Daftar Orang Hilang
Tanggal : 27 Agustus 2011, Sekitar Pukul 00.04
Posisi : Pelabuhan Bajoe (bone) :-4.5510927542709,120.3867950957, Pelabuhan Kolaka : -4.0526769,121.5911535 Lambasina Besar : -4.0925,121.3694444, Lambasina Kecil :-4.0811111,121.3366667. Lokasi Tenggelam diperkirakan : 04.derajat 05 menit 00 detik selatan dan bujur 121 derajat 20 menit 46 detik timur atau sekitar 10 notikal mile dari Pelabuhan Ferry Kolaka. Indonesia National Shipowners Association(INSA) : Kapal di temukan di koordinat Lintang 04.0500 lintang selatan bujur timur 121.20,46.
Wilayah : Perairan Lambasina, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
Korban : Data Sementara 2 Meninggal, 91 korban dievakuasi 89 diantaranya dalam keadaan selamat
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Sementara: 1 Ferry, 20 mobil dan 5 motor.(Belum valid)
Kebutuhan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang
Penanganan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang Penanganan : Tim SAR Gabungan,TNI, Polri dan Basarnas. PENCARIAN : 28/8/2011, Pencarian Dilanjutkan 29/8/2011 dan Dihentikan Minggu, 4/9/2011. LAPORAN HILANG : 28 Orang : Muh Ahmad Dinejad (16), Sardi Maulana, Mery (9th), H.Mennang, Kamaruddin (abk), Wati, Suryani (ajudan wabup Kolut), Hj Suhaeriah Muin (wabub kolut), Fitriah Fitri R, Jumiati, Agus Setiono, Yoki, Isti P, Viah (6th), Syarifuddin, Yohanis Lempe, Rahim, Sukatman, Hadi Irfan, Aditya Warman, Abdul Rizal (anggota tni), Norma, Angga, Yoga, Afrian, Anggun, Syaifullah, dan Muhtar Deni.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Kepala Pos SAR Kolaka, Budi R Raharjo
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BXVII.27811

Catatan Data peta merupakan Illustrasi, untuk lebih jelasnya dapat menghubungi pihak terkait: Kepala Pos SAR Kolaka.

28 August 2011 22:22 WIB
Bencana : Kecelakaan Transportasi, Kapal Tenggelam, KMP Windu Karsa: Daftar Orang Hilang
Tanggal : 27 Agustus 2011, Sekitar Pukul 00.04
Posisi : Pelabuhan Bajoe (bone) :-4.5510927542709,120.3867950957, Pelabuhan Kolaka : -4.0526769,121.5911535 Lambasina Besar : -4.0925,121.3694444, Lambasina Kecil :-4.0811111,121.3366667. Lokasi Tenggelam diperkirakan : 04.derajat 05 menit 00 detik selatan dan bujur 121 derajat 20 menit 46 detik timur atau sekitar 10 notikal mile dari Pelabuhan Ferry Kolaka. Indonesia National Shipowners Association(INSA) : Kapal di temukan di koordinat Lintang 04.0500 lintang selatan bujur timur 121.20,46.
Wilayah : Perairan Lambasina, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
Korban : Data Sementara 2 Meninggal, 91 korban dievakuasi 89 diantaranya dalam keadaan selamat
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Sementara: 1 Ferry, 20 mobil dan 5 motor.(Belum valid)
Kebutuhan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang
Penanganan : Pencarin Korban dan Penyelamatan Korban yang masih hilang Penanganan : Tim SAR Gabungan,TNI, Polri dan Basarnas. PENCARIAN : 28/8/2011, Pencarian Dilanjutkan 29/8/2011 dan Dihentikan Minggu, 4/9/2011. LAPORAN HILANG : 28 Orang : Muh Ahmad Dinejad (16), Sardi Maulana, Mery (9th), H.Mennang, Kamaruddin (abk), Wati, Suryani (ajudan wabup Kolut), Hj Suhaeriah Muin (wabub kolut), Fitriah Fitri R, Jumiati, Agus Setiono, Yoki, Isti P, Viah (6th), Syarifuddin, Yohanis Lempe, Rahim, Sukatman, Hadi Irfan, Aditya Warman, Abdul Rizal (anggota tni), Norma, Angga, Yoga, Afrian, Anggun, Syaifullah, dan Muhtar Deni.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Kepala Pos SAR Kolaka, Budi R Raharjo
Sumber : ICTD-AP, Media
Kode Bencana : BXVII.27811

Catatan Data peta merupakan Illustrasi, untuk lebih jelasnya dapat menghubungi pihak terkait: Kepala Pos SAR Kolaka.



Connecting
the Unconnected
  Situs ini berlisensi di bawah Creative Commons